Daya Tarik Fisik dan Fungsi Seksual Pria Wanita
Daya Tarik Fisik dan Fungsi Seksual Pria Wanita. Daya tarik fisik dan fungsi seksual tidak sedikit laki-laki yang merasa tidak bergairah lagi terhadap istrinya, karna istrinya telah kehilangan daya tarik fisiknya. Disisi lain ada pula istri merasa tidak tertarik lagi kepada suaminya, karna penampilan fisik sang suami tidak di sukai. Wajarlah keluhan seperti itu? atau sesuatu yang mengada-ngada?
Mungkin banyak orang berpendapat bahwa penampilan fisik tidak diperlukan lagi bagi pasangan suami istri dalam kaitan dengan hubungan seksual. Apalagi kalau mereka beranggapan bahwa tujuan membentuk sebuah keluarga telah tercapai. Maka banyak istri yang kemudian tidak lagi memperhatikan penampilan fisiknya. Dipihak lain, banyak juga suami yang menganggap perempuan tidak terpengaruh oleh penampilan fisik laki-laik. Bahkan mereka beranggapan istri telah merasa puas bila cukup mendapat perhatian dan jaminan ekonomi.
Pendapat ini sungguh tidak benar dan tidak realistis. Segala bentuk kegiatan seksual sampai pada hubungan seksual merupakan suatu kegiatan yang melibatkan faktor fisik dan faktor psikis. Keduanya berkaitan sangat erat dan bekerja secara sinergis, sehingga sangat sulit dipisahkan. Ini berarti unsur fisik dan psikis menjadi satu ketika seseorang melakukan berbagai aktivitas seksual sampai pada hubungan seksual.
Mempengaruhi Dorongan Seksual
Dorongan seksual, sebagai energi dasar untuk menimbulkan reaksi seksual, juga sangat dipengaruhi oleh faktor fisik dan faktor psikis. Ada empat faktor yang termasuk didalamnya, yaitu hormon seks, berbagai rangsangan seksual yang diterima, pengalaman seksual sebelumnya dan banyak faktor yang termasuk faktor psikis.
Ketika seseorang tenggelam dalam khayalan erotik, dorongan seksualnya menjadi semakin kuat. Ini sebuah contoh pengaruh faktor psikis terhadap dorongan seksual. Lebih jauh dorongan seksual yang cukup dapat menimbulkan reaksi seksual, sehingga orang mampu melakukan hubungan seksual. Di sisi lain, karena pengaruh faktor fisik, misalnya sentuhan yang erotik, dorongan seksual dapat juga muncul. Pada umumnya kedua faktor, fisik dan psikis, bekerja secara sinergis dalam menimbulkan reaksi seksual.
Salah satu faktor penting yang mempengaruhi dorongan seksual ialah daya tarik fisik. Keadaan fisik tertentu mungkin menimbulkan daya tarik bagi seseorang, tetapi tidak demikian bagi orang lain. Yang pasti daya tarik fisik merupakan hal yang penting dalam kehidupan seksual.
Seorang suami menjadi tidak tertarik lagi kepada istrinya, karena secara fisik tidak lagi seperti yang diharapkan. Akibatnya tidak terjadi ereksi sebagai suatu reaksi seksual, sehingga tidak mampu melakukan hubungan seksual. Demikian juga sebaliknya yang terjadi ketika seorang istri merasakan kehilangan dorongan seksual ketika penampilan fisik suaminya berubah, tidak seperti yang diharapkan. Dalam keadaan tanpa dorongan seksual maka reaksi seksual tidak terjadi, akibatnya tidak mampu melakukan hubungan seksual dengan baik.
Maka bukanlah sesuatu yang aneh bila seorang suami mengaku tidak tertarik lagi kepada istrinya, karena sang istri menjadi semakin gemuk. Sebaliknya, percaya atau tidak, ada laki-laki yang lebih terangsang bila sang istri bertubuh subur. Ada pula suami yagn tidak tertarik lagi kepada istrinya karenan dinding perut sang istri menjadi bergaris-garis putih setelah melahirkan. Suami yang lain mengeluh payudara istri telah kendor, sehingga mengaku tidak tertarik lagi.
Demikian juga sebaliknya, bukan sesuatu yang aneh bila seorang istri mengaku kehilangan gairah seksual karena perut suaminya semakin gendut. Ada pula istri yang merasa tidak tertarik karena ukuran penis suaminya tidak seperti yang diharapkan, sehingga sang suami berupaya dengan berbagai cara untuk menambah ukuran penisnya. Memang secara fisik sebenarnya ukuran penis menentukan bagi kepuasan seksual perempuan, asal masih dalam batas normal dengan fungsi ereksi yang baik.
Contoh-contoh ini menunjukkan betapa daya tarik secara fisik cukup memegang peranan penting dalam kehidupan seksual suami istri. Tetapi dengan demikian bukan berarti hal-hal yang non fisik menjadi tidak berarti dalam hubungan seksual. Setidaknya daya tarik fisik dan non fisik harus tetap diperhatikan, agar kehidupan seksual tetap berlangsung normal dan harmonis.
Bagian yang Menarik
Melupakan daya tarik fisik dan semata-mata hanya mengandalkan daya tarik non fisik, adalah sesuatu yang tidak rasional. Masalahnya, manusia adalah makhluk yang bersifat fisik karena punya tubuh, tetapi juga bersifat non fisik karena punya jiwa. Namun harus diakui bahwa daya tarik fisik acapkali menjadi sangat dominan dalam urusan seksual.
Proses pendekatan antara laki-laki dan perempuan pun acapkali bermula dari daya tarik fisik. Mungkin karena wajahnya yang tampan atau senyumnya yang mani, atau rambutnya yang menawan. Maka tidak aneh kalau orang berusaha meningkatkan penampilan fisiknya untuk menarik lawan jenisnya. Masalahnya, apakah penampilan fisik yang ditonjolkan itu memang merupakan daya tarik bagi lawan jenisnya atau tidak. Inilah yang acapkali tidak diketahui dengan benar atau mungkin disalahartikan.
Ada laki-laki yang sengaja memelihara bulu dadanya sampai tumbuh lebat dan dipertontonkan lewat bagian atas bajunya. Benarkah perempuan tertarik dengan penampilan fisik dengan bulu dada yang lebat seperti itu ? Jawabnya, belum pasti. Mungkin ada yang tertarik, mungkin pula ada yang ngeri dan yang lain barangkali jijik.
Pada pihak perempuan demikian juga. Berbagai cara ditempuh untuk lebih meyakinkan penampilan fisik, yang dianggap menarik bagi laki-laki. Mulai dari berhias, menjaga bentuk tubuh agar tetap seksi, sampai melakukan operasi plastik untuk memperbaiki bentuk bagian tubuh tertentu seperti hidung, pipi, mata dan payudara, atau yang lain lagi.
Usaha-usaha seperti itu tentu saja tidak selalu berhasil mendatangkan daya tarik bagi lawan jenisnya. Seperti pada contoh laki-laki dengan dada lebat itu. Apa yang diduga punya daya tarik, belum tentu demikian bagi lawan jenisnya. Sebaliknya apa yang diduga tidak merupakan daya tarik, justru disenangi oleh lawan jenisnya.
Suatu survei yang pernah dilakukan oleh Village Voice di Amerika Serikat, dengan jelas menunjukkan perbedaan antara anggapan laki-laki dengan yang sebenarnya disenangi perempuan tentang penampilan fisik laki-laki. Hasil survei itu menunjukkan bahwa laki-laki menganggap perempuan mengagumi tubuh yang tinggi (13%), mata (4%), dada dan bahu yang berotot (21%), lengan yang berotot (18%). Tetapi ternyata perempuan sendiri memberi jawaban yang berbeda, yaitu hanya 5% yang mengagumi tubuh yang tinggi dan selanjutnya mata (11%), dada dan bahu yang berotot (1%), lengan yang berotot (0%), tubuh yang ramping (15%), penis besar (2%), bokong (39%) dan lain-lain (27%).
Hasil survei tersebut cuma sekadar contoh bahwa daya tarik fisik bagi seseorang belum tentu merupakan daya tarik bagi lawan jenis atau orang lain. Daya tarik fisik memang berbeda antara satu orang dengan orang lain, antara satu budaya dengan budaya lain dan berbeda pula dari waktu ke waktu. Tetapi yang pasti, daya tarik fisik senantiasa diperlukan dalam hubungan laki-laki dan perempuan, termasuk dalam kehidupan seksual suami istri.
Menjaga Daya Tarik Fisik
Keluhan-keluhan seksual yang timbul akibat hilangnya daya tarik fisik pada pasangannya, memang cukup mengganggu. Keadaan kesehatan tubuh sangat erat dengan daya tarik fisik seseorang. Penyakit-penyakit tertentu dapat mengakibatkan hilangnya daya tarik fisik, akibat perubahan yang terjadi pada tubuh. Penyakit infeksi yang bersifat menahun, misalnya dapat mengakibatkan tubuh menjadi kurus kering. Sebaliknya penyakit gangguan hormon dapat menimbulkan kegemukan.
Demikian juga akibat penggunaan obat tertentu yang dapat menimbulkan perubahan pada tubuh sebagai efek sampingnya. Celakanya, perubahan ini acapkali justru melenyapkan daya tarik fisik. Penggunaan hormon progesteron, misalnya, dapat menimbulkan kegemukan. Obat-obat anti kanker dapat menimbulkan kerontokan rambut dan masih banyak contoh yang lain. Selain itu, akibat tindakan operasi sering terjadi perubahan yang tidak diinginkan, yang dapat melenyapkan daya tarik.
Dalam urusan seksual, tidak dapat dipungkiri bahwa daya tarik fisik berperan sangat penting. Masalahnya, adakah keterbukaan untuk berbicara tentang daya tarik fisik yang diinginkan dari pasangan masing-masing. Seorang istri misalnya, tidak selalu mampu mengatakan kepada suaminya bahwa ia tidak senang dengan perutnya yang semakin bulat. Istri yang lain mungkin tidak mampu berterus terang tentang kumis dan cambang yang lebat, yang memenuhi wajah suaminya, yang kebetulan tidak ia sukai.
Dipihak lain, mungkin seorang suami tidak mampu mengatakan tidak senang melihat bentuk tubuh istrinya yang semakin tidak terurus, atau cara berpakaian istrinya yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Tanpa keterbukaan, masing-masing tidak akan tahu daya tarik fisik macam apa yang disenangi atau tidak disenangi oleh pasangannya, yang kemudian berpengaruh terhadap fungsi seksualnya.
Masalahnya, bagaimana cara yang ditempuh untuk memelihara penampilan fisik. Tentu saja cara yang ditempuh untuk memelihara atau meningkatkan penampilan fisik haruslah cara yang benar dan ilmiah, sehingga tidak menimbulkan akibat buruk yang bahkan semakin mengacaukan penampilan. Beberapa contoh dapat diikuti di media massa bagaimana seseorang yang mengalami akibat buruk, bahkan mengorbankan nyawanya, karena ingin meningkatkan penampilan fisiknya. Sayangnya, mereka memakai cara yang tidak ilmiah, yang dilakukan oleh bukan tenaga ahli di bidangnya.
Daya tarik fisik memang bukan segalanya dalam kehidupan seksual, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa ia merupakan salah satu faktor sangat penting. Jadi sungguh salah kalau diabaikan begitu saja.
Baca juga kesehatan seksual: Bagian Tubuh Yang Peka Rangsangan
sebuah portal berita mulai dari berita Indonesia hingga dunia, gosip hot selebriti, resensi film dan musik, dan berbagai artikel menarik
via Situs Hiburan Terkeren





